Subscribe

Rabu, 06 Mei 2009

Proses Persalinan

Bila mulut rahim akan membuka total, dokter atau bidan akan menyuruh anda pindah ke ruang persalinan. Bila interval kontraksi menjadi 2 menit sekali, mulut rahim membuka 9-10 cm (total), inilah klimaks persalinan. Dari 9 cm ke 10 cm mulut rahim akan membuka perlahan. Bayi bergerak turun dengan cepat dan rasa mengejan semakin kuat. Ikuti petunjuk dokter atau bidan untuk mengejan. Bayi akan keluar sambil memutar tubuhnya sesuai dengan saluran rahim. Air ketuban yang keluar juga akan membantu bayi keluar dengan lancar.

Kondisi bayi saat keluar dari rahim

è è è

Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4

Gambar 1: Mula-mula bayi menghadap ke samping, dagu dan tangan masih ditarik ke dalam, dan bayi masuk ke tulang pinggul ibu.

Gambar 2: Dengan menyesuaikan dengan bentuk tulang pinggul ibum bayi memutar tubuhnya menghadap ke arah punggung ibu.

Gambar 3: Bayi akan segera keluar dari vagina ibu, dan dengan menyesuaikan diri dengan sudut saluran lahir, bayi akan mengangkat dagunya dan mendorong tubuhnya.

Gambar 4: Sembari kepala bayi keluar, bayi akan memutar tubuhnya ke samping dan satu per satu bahunya keluar dan setelah ini seluruh tubuhnya terdorong keluar.

Bila kepala bayi telah terlihat, ibu akan diminta untuk berhenti mengejan. Bayi akan memutar tubuhnya dan mengeluarkan kedua bahunya dan dengan alami seluruh tubuhnya akan terdorong keluar, maka ikuti petunjuk dokter atau bidan. Tali pusar atau ari-ari bayi akan digunting. Sesaat setelah bayi kelua akan ada kontraksi susulan, dan pada kontraksi ini, dinding rahim dll yang tidak berguna akan keluar dari rahim. Kontraksi susulan ini tidak sesakit kontraksi persalinan. Akan selesai dalam waktu kira-kira 5-20 menit.

Setelah Persalinan

Tindakan terhadap Ibu

Tindakan terhadap Bayi

Dinding rahim ibu dll akan keluar dari rahim dalam jumlah banyak. Akan dilakukan pemeriksaan apakah tidak adalagi yang tersisa di dalam. Air ketuban dalam saluran pernapasan bayi akan dihisap keluar.
Penjahitan kembali bagian vagina ibu yang digunting saat bayi akan keluar, dilakukan dengan bius lokal. Dilakukan pemeriksaan kondisi luka bagian tersebut dan saluran lahir dan dilakukan sterilisasi untuk mencegah infeksi. Bayi akan dibersihkan/dilap.
Setelah diukur denyut nadi dan tekanan darah ibu, untuk mencegah pendarahan dalam jumlah besar, ibu beristirahat 2 jam di ruang persalinan selama 2 jam. Setelah tidak ada masalah baru dipindahkan ke kamar. Diukur panjang tubuh, berat, denyut jantung, warna kulit dll.

from : ibudanbayi.grc.jp

ASI Eksklusif turunkan diare pada bayi


Diambil dari Detik.com 18 September 2007

Air susu ibu alias ASI memiliki kandungan probiotik dan prebiotik. Itu sebabnya bayi yang mendapat ASI eksklusif, jarang terkena diare.
Probiotik yakni bakteri yang bila dikomsumsi berdampak positif terhadap kesehatan. Sedangkan prebiotik yakni bahan makanan yang bila dikomsumsi akan merangsang probiotik.
“ASI ini sifatnya higienis dan merupakan probiotik alami. Dalam ASI terdapat antibodi terhadap diare,” ujar ahli gastrohepatologi pada Departermen Kesehatan Anak FK UI Prof Agus Hermansyah MD PhD di Hotel Nikko, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2007).
Menurut Agus, usus bayi yang minum ASI dihuni oleh bakteri-bakteri baik seperti lactobacillus dan bifidobacteria dalam jumlah yang dominan.
Namun setelah bayi mulai disapih, maka dominasi bakteri bayi itu akan menurun. “Setelah disapih, maka efeknya menjadi minim, tidak dominan lagi,” jelas Agus.
Untuk menggantikannya, imbuh Agus, bisa dengan mengonsumsi susu formula atau makanan bayi yang mengandung probiotik. Sedangkan untuk mendapat probiotik, bisa diperoleh dari pisang, asparagus dan bawang.
Agus menambahkan, fase mendapat makanan pada bayi ada tiga. Pada umur 0-6 bulan adalah fase cair. Makanan cukup diperoleh dari ASI. Kedua, fase transisi yakni pada umur 6 bulan-1 tahun. Pada fase ini mulai diberi bubur susu. Ketiga, periode padat untuk umur bayi 1 tahun ke atas. “Jadi satu tahun ke atas susu nggak penting lagi tapi justru yang padat,” tandas Agus.

Susui bayi anda dan jantungnya pun sehat


Diambil dari Detik.com 7 November 2007

Berbahagialah para ibu yang menyusui bayinya karena apa yang Anda lakukan benar-benar memberikan manfaat besar bagi kesehatan buah hati Anda. Dan kini daftar keunggulan Air Susu Ibu (ASI) terus bertambah panjang.
Hasil penelitian terbaru mengungkapkan, memberikan ASI berarti bayi Anda akan memiliki jantung yang lebih sehat nantinya. Demikian seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Rabu (7/11/2007).
Berbagai hasil studi sebelumnya menunjukkan, bayi-bayi yang diberi ASI mendapat lebih banyak manfaat kesehatan dibanding bayi-bayi yang diberi susu formula. Manfaat itu mencakup lebih sedikit masalah pencernaan, infeksi kuping, perut ataupun usus, penyakit kulit dan alergi, serta lebih sedikit kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi, diabetes dan obesitas.
Dan kini, studi yang dipresentasikan dalam pertemuan Asosiasi Jantung Amerika memberikan fakta baru mengenai pentingnya ASI. Ternyata bayi-bayi yang diberi ASI memiliki level kolesterol ‘baik’ HDL yang lebih tinggi dibanding bayi yang mendapat susu formula ketika dewasa nanti. Level kolesterol HDL merupakan salah satu faktor penting risiko penyakit jantung.
Studi ini meneliti 962 orang yang rata-rata berusia 41 tahun. Mereka diikutkan dalam Studi Jantung Framingham yang berpusat di Framingham, Massachusetts, AS. Mereka yang sewaktu bayi diberi ASI, 55 persen lebih mungkin memiliki level kolesterol high-density lipoprotein atau HDL yang tinggi.

Level HDL yang lebih tinggi dianggap sebagai perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.

Perhatikan Kebutuhan Kalsium Anak


Diambil dari Kompas 12 April 2008

Kalsium merupakan zat yang amat dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh kembang anak optimal, 99 persen kalsium dalam tubuh ada dalam tulang.

Hal ini dikatakan dr Rifan Fauzie, SpA dalam seminar edukasi bertema Maksimalkan asupan Kalsium Sejak Dini untuk Tulang yang Kuat bagi orang tua murid di SDN Percontohan Manggarai 01 Pagi, Sabtu (12/4).

Rifan menjelaskan, sumber kalsium dalam makanan terdapat dalam sayuran daun hijau, biji- bijian, kacang- kacangan(dan olahannya), daging, telur, dan produk-produk susu. Manfaat kalsium bagi tubuh anak yaitu untuk pembentukan tulang, gigi, proses pembekuan darah, sistem metabolisme tingkat sel, dan sistem perkembangan persarafan.

Dokter Rifan menambahkan, tulang adalah pilar utama yang menyangga tubuh dan bertugas melindungi organ dalam seperti jantung, paru- paru dan otak. Tulang juga merupakan komponen utama yang menentukan kemampuan motorik seseorang selain otot. Proses pembentukan tulang yang paling penting terjadi sejak usia bayi hingga pubertas, oleh sebab itu asupan kalsium harus cukup sejak dini untuk membentuk tulang yang kuat.

Kebutuhan kalsium untuk anak usia 1-9 tahun adalah 500-600 mg/hari menurut standar Keputusan Menteri Kesehatan No. 1593 tahun 2006. Yang penting orangtua bisa mengatur menu makan anak sehari-hari agar semua kebutuhan gizi anak tercukupi, baik melalui makanan pokok maupun camilan apalagi untuk anak yang sulit makan.

Gejala awal kekurangan kalsium tubuh menjadi lesu, lemah, berkeringat, kram otot, nyeri perut, gangguan tidur selanjutnya bisa terjadi kejang dan pembentukan tulang tidak optimal yang bisa menyebabkan tulang keropos (osteoporosis) serta proses pembekuan darah terganggu. “Sedangkan apabila anak Anda kelebihan mengonsumsi kalsium dapat menyebabkan penyumbatan pada fungsi ginjal dan perkembangan metaolisme yang tidal efektif,” ujar Rifan.

Agar kalsium mudah diserap, tubuh harus mempunyai sistem pencernaan yang bagus dan mengonsumsi makanan mengandung kalsium yang mudah diserap (cair) oleh tubuh.

Untuk mencegah kekurangan kalsium sebaiknya dengan diet yang begizi dan seimbang, mengonsumsi makanan mengandung kalsium yang cukup. “Biasakan hidup sehat dan teratur dalam keluarga yang menjadi contoh bagi anak anda, dan menkonsumsi vitamin dan mineral,” imbuh Rifan

ASI, Sumber DHA dan ARA Terbaik

ASI, Sumber DHA dan ARA Terbaik

Diambil dari Kompas 25 Maret 2008

ISTILAH DHA dan ARA mungkin sudah tak asing lagi khususnya di antara para orang tua yang memiliki bayi. DHA (Docosahexaenoic acid) dan ARA (arachinoid acid) adalah asam lemak yang sangat penting (esensial) dan diperlukan bayi guna perkembangan otak dan ketajaman penglihatan.

Tak dapat dipungkiri bahwa masyarakat mulai mengenal istilah asam lemak ini justru dari iklan susu formula, di mana hampir semua produsen berlomba memperbanyak kandungan dua jenis asam lemak ini pada setiap produknya. Biasanya, susu formula yang mengandung DHA dan ARA harganya realtif lebih mahal dibandingkan yang tidak mengandung asam lemak tersebut.

Padahal, DHA dan ARA sebenarnya merupakan dua di antara sekian banyak jenis nutrisi penting yang secara alami banyak terdapat dalam Air Susu Ibu. Bahkan kalaupun dibandingkan susu formula yang diperkaya dua asam lemak ini, kandungan DHA dan ARA dalam ASI masih jauh lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

¨DHA dan ARA banyak terdapat dalam ASI dengan komposisi yang sangat seimbang dan paling cocok buat bayi. Jadi bisa dikatakan, ASI merupakan sumber DHA dan ARA paling baik dan tak bisa ditandingi oleh susu formula apapun,¨ ungkap Dr. Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) , dari Divisi Saraf Anak Departemen Kesehatan Anak FKUI/RSCM, di Jakarta Selasa (25/3).

Dr. Hardiono menyatakan, meskipun kini banyak beredar susu formula yang mengklaim mengandung DHA dan ARA, tetapi belum tentu akan memberi dampak yang baik dan maksimal bagi pertumbuhan otak dan kecerdasan anak.

¨Hampir semua produsen susu formula memasukkan berbagai benda dalam produknya tapi jumlahnya sedikit-sedikit. Padahal bila perbandingan DHA dan ARA dalam susu formula tidak tepat, hasilnya tidak akan baik bagi anak. Kecerdasannya tidak akan meningkat,¨ terangnya.

Sedangkan dalam ASI, lanjut Dr. Hardiono, kandungan DHA dan ARA sudah disesuaikan komposisinya secara alami . Prosentase dua jenis asam lemak ini menurut sebuah penelitian sangatlah bervariasi. Tetapi untuk di Indonesia, angkanya tidak jauh berbeda dengan negara tetangga seperti Malaysia.

¨Ya, sekitar 0,4 atau 0,5% dari total asam lemak. Tetapi meski jumlahnya sedikit, DHA dan ARA penting dalam perkembangan intelektual dan daya penglihatan anak,¨ tambahnya.

Dr Hardiono kembali mengingatkan bahwa ASI merupakan sumber nutrisi alami terbaik bagi bayi. Anak yang memperoleh ASI dari ibunya secara umum perkembangan otak dan jaringan sarafnya lebih baik daripada yang mendapatkan susu formula.

Melalui ASI, bayi akan mendapatkan DHA dan ARA yang diperlukan sebagai komponen utama lemak membran sel dan merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang (LC-PUFA) utama dalam sistem saraf pusat. DHA juga merupakan komponen utama membran sel fotoreseptor retina.

¨Otak tumbuh maksimal sejak 3 bulan terakhir dari masa kehamilan sampai kurang lebih usia 2 tahun. Karena itu, dalam periode tersebut bayi sebaiknya mendapat DHA dan ARA dalam jumlah cukup yang dapat diperoleh dari ASI,¨ ujarnya.

Guna memperoleh kandungan DHA dan ARA yang tinggi dalam ASI, para ibu hamil tentunya harus melakukan pola diet yang baik. Penelitian membuktikan bahwa ketika ibu mendapat tambahan DHA dalam dietnya, kandungan DHA dalam ASI juga akan meningkat.

Selama menyusui, ibu-ibu bisa memperbaiki kualitas DHA dan ARA dalam ASI nya dengan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber DHA antara lain ikan laut (misalnya salmon), minyak ikan, daging dan telur.

Suntik KB Pria Diperkenalkan 2003


Selasa, 17 Sep 2002 12:31:27


Pdpersi, Jakarta - Fakultas Kedokteran UI (Jakarta) dan Unsri (Palembang) saat ini tengah melakukan penelitian alat suntik KB bagi pria dan diharapkan pada tahun 2003 sudah mulai bisa digunakan.

Alat suntik KB bagi pria ini disuntikkan pada alat kelamin pria dan obatnya dapat bertahan selama sekitar dua bulan dengan menjadikan sperma tidak subur. KB suntik ini juga dijamin 100% tidak akan mengurangi kejantanan.

Menurut data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), kesadaran pria Indonesia untuk memakai alat kontrasepsi masih sangat rendah. Dari 25 juta pasangan aktif pemakai KB yang ada saat ini, baru 1,17% diantaranya yang mengandalkan pihak pria sebagai pemakai KB aktif, sisanya masih didominasi wanita.

Jadi, total pria Indonesia yang memakai KB baru mencapai 24.052 orang. Itu pun masih didominasi oleh pemakaian kondom.

Saat ini pasangan usia subur di Indonesia mencapai 40 juta. Dan baru 25,5 juta diantaranya yang menjadi pasangan KB aktif, 63,2 % masih didominasi kalangan wanita.

Dari pasangan yang menggunakan KB aktif itu, 41,1% menggunakan alat suntik, 27,5% menggunakan pil, 15,4% memakai spiral. Sedangkan mereka yang menggunakan susuk atau inplan sebesar 9,8% dan sisanya dengan KB mandiri atau KB kalender sebesar 4,5%.

KB tetap diperlukan dalam 10-20 tahun mendatang untuk mengendalikan jumlah penduduk agar tetap seimbang dengan pertimbangan seperti sekarang dimana tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,4 persen per tahun atau setiap keluarga memiliki dua orang anak.(iis)




from : pusdiknakes.or.id

KB Suntik


Koran Kompas menyebutkan bahwa KB suntik menjadi pilihan mayoritas dikalangain ibu-ibu. Angka statistik ini di dapat dari Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Sugiri Sjarief, MPA saat media edukasi Kontrasepsi Sebagai Suatu Kebutuhan, di Grand Hyat, Jakarta pertengahan 2008.

Apa yang menyebabkan KB suntik menjadi favorit di bandingkan cara KB lainnya? Kebanyakan dari mereka memilih KB suntik karena mereka hanya perlu melakukannya 1 - 3 bulan sekali dan tidak perlu melalui proses trauma seperti pada saat pemasangan spiral. Konstrasepsi suntik dinilai efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman

Kontrasepsi suntikan adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kegagalan pada pemakai KB suntik hanya sekitar 0.3 kehamilan dari 100 pemakai pada tahun pertama pemakaian. ( 1 dari 333 pemakai masih bisa hamil)

Cara kerja KB suntik adalah dengan menghalangi terjadinya ovulasi / masa subur dengan menghentikan keluarnya sel telur dari indung telur.Lendir vagina pun menjadi lebih kental sehingga mempersulit sperma untuk masuk ke dalam rahim. Dengan demikian kontrasepsi suntik mencegah terjadinya pertemuan sel telur dan sperma.