Subscribe

Sabtu, 16 Mei 2009

Janin Tak Berkembang VS Janin Terganggu






Janin yang tidak berkembang dan janin terganggu merupakan hal yang sering menghantui ibu hamil. Apalagi, kasus janin tak berkembang ini bisa terjadi berulang, lho. Telisik penyebabnya, plus cara penanganan yang tepat.

Rita (32) harus menelan kenyataan pahit. Janin yang dikandungnya, yang baru berusia satu bulan, dinyatakan tidak berkembang oleh dokter. Ini adalah kali kedua Rita mengalami hal yang sama. Pada kehamilan sebelumnya, janin yang dikandungnya juga tak berkembang. Kenapa kasus tersebut bisa berulang? Bisakah Rita hamil lagi dan punya anak?

Janin yang tidak berkembang adalah janin yang tidak tumbuh. Menurut Dr. Arju Anita SpOG, diagnosa janin yang tidak berkembang biasanya pada trimester pertama (di bawah tiga bulan) usia kehamilan. Ada juga yang telah mencapai trimester kedua tetapi biasanya pada trimester pertama sudah terlihat.

"Dengan catatan, jika di tempat yang dikonsultasikan oleh ibu hamil itu memiliki alat USG (Ultrasonografi). Jika tidak ada USG, susah," ujar spesialis kebidanan dan kandungan dari RS YPK Jakarta ini. Akibatnya, tak jarang dijumpai ibu yang sudah hamil hingga empat atau lima bulan tetapi ternyata sebenarnya janinnya tidak berkembang atau hanya tampak kantongnya saja. Tentu saja, lebih cepat terdeteksi, lebih baik. Ada dua jenis janin tidak berkembang, yaitu :

1. Janin yang dari awal tidak tampak.
Hanya ada kantong kehamilan yang bahasa medisnya disebut blighted ovum (kantong kosong). Tidak tampak janin sama sekali, yang ada hanya semacam suatu rongga di dalam rahim. Pada USG akan tampak gambaran hitam, berisi cairan, dan tidak tampak bayangan calon janin sama sekali.

2. Sudah mulai tampak bayangan calon janin.
Gambarannya biasanya pipih dan kecil berada di dalam rahim. Disebut tidak berkembang kalau memang diameter dan panjang janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Biasanya pemeriksaan kehamilan ini dilakukan secara serial, yaitu minimal dua kali dengan jarak dua minggu. Bilamana didapatkan ukuran janin tidak bertambah atau bertambah tetapi sesuai dengan pertambahan usia kehamilan, itu yang disebut dengan janin tidak berkembang.

Penyebabnya Beragam
Ada beberapa penyebab janin tidak berkembang, antara lain :
* Genetik
Ini adalah faktor utama. Bukan faktor keturunan, melainkan dari sperma atau sel telur. Dalam hal ini kualitas dan kuantitas sperma serta sel telur tidak baik sehingga saat penyatuan keduanya hasilnya tidak berkembang secara prima.

Menurut Anita, hal ini biasanya mengarah ke blighted ovum. "Yang jelas, kalau bicara tentang blighted ovum, kita bicara juga tentang kualitas dan kuantitas. Faktor ini bisa berulang dan bisa tidak, tergantung ada masalah produksi sperma dan sel telur atau tidak," ungkapnya. Penyebab kualitas sperma dan sel telur macam-macam, tergantung dari produksi "pabriknya" (sel telur dari indung telur dan sperma dari produksi spermanya).

Jadi, otomatis gangguan dari proses pembentukan itu bisa bermacam-macam dan tidak bisa dipastikan, dari faktor higienis atau infeksi. Bisakah dicegah? "Susah. Karena sel telur dan sperma sudah ada sejak kita di kandungan ibu. Gangguan-gangguan itu muncul begitu kita lahir."

* Infeksi TORCH
Infeksi disebabkan oleh toksoplasma, rubella, CMV atau cito megalo virus, herpes simplex I dan simplex II. Dalam hal ini yang dilihat adalah reflek di tubuh kita, yaitu terbentuknya antibodi terhadap kuman dan virus ini. Jika diasumsikan bermasalah harus segera diterapi. Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan sebelum hamil agar tidak menganggu kondisi si ibu.

Jika sudah hamil sebaiknya dilakukan terapi sepanjang kehamilan. Untuk faktor yang disebabkan infeksi semua terapinya dengan oral atau obat yang diminum.

* ACA (anticardiolipin) atau pembekuan
Terbentuknya faktor pembekuan yang menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang arahnya ke janin sehingga akhirnya pertumbuhan janin terhenti.

Penyebabnya karena faktor imun dimana tergantung pada sensitivitas masing-masing orang. "Semisal, kakak kandung kita memiliki ACA tinggi, walaupun bersaudara belum tentu kita memiliki ACA tinggi. Orang yang tadinya tidak memiliki ACA tinggi, di kemudian hari bisa memiliki ACA tinggi," jelas Anita.

Jadi, begitu ada kehamilan dia mengangap kehamilan ini musuhnya dan langsung terbentuk pembekuan. Darah membeku dan menyumbat daerah-daerah yang arahnya ke janin. Janin otomatis tidak mendapat suplai baik makanan, minuman, maupun oksigen.

Jika terjadi seperti ini harus segera diterapi, yaitu dengan memberikan obat anti pembekuan darah (bisa berupa obat minum atau suntik, tergantung seberapa berat kasus).

Jika si ibu dikondisikan sudah normal kembali, pada saat hamil pun biasanya dalam pengawasan ketat dan tetap diterapi sampai bayi lahir. Pasalnya, sewaktu-waktu bisa terjadi pembekuan lagi yang menganggu suplai makanan sehingga mengakibatkan janin tidak berkembang atau pertumbuhan bayi terhambat.

Janin Terganggu

Gangguan pada janin bukan monopoli trimester pertama. Bisa saja terjadi di kehamilan trimester kedua atau di atas 6 bulan (sekitar 24 minggu). Kasus ini disebut perkembangan janin terganggu (PJT).

*Beda dengan janin tidak berkembang karena pada janin tersebut ada organ-organ tubuhnya. Hanya pertumbuhannya saja yang terhambat. Maksudnya, janin ini sudah merupakan bayi kecil tetapi tumbuhnya tidak sesuai dengan usianya," jelas Anita. PJT nantinya bukan hanya mempengaruhi ukuran tubuh bayi saja. Lantas apa saja penyebabnya?

* Intake atau asupan makanan dan oksigen kurang berkualitas. Padahal, makanan diperlukan untuk proses penyempurnaan organ.

* Kurangnya mengatur pola hidup, istirahat, dan makanan, pasti akan menganggu penyerapan dan proses aliran oksigen. Alkohol dan rokok pun bisa berpengaruh buruk.

* Seorang ibu yang memiliki masalah dengan organ tubuhnya, misalnya paru. Hal ini mengakibatkan janin tidak bisa menyerap 100% oksigen dengan baik. Penyakit pada si ibu akan mengganggu suplai oksigen atau metabolisme sehingga makanan yang masuk tidak diserap. Hal ini mengakibatkan berat badan si ibu tidak bertambah.

* Schizophrenia dan gangguan halusinasi.
PJT biasanya harus dipantau secara baik oleh dokter, tidak bisa hanya dipantau bidan. Sebab, dokter harus mencari dan menghilangkan faktor yang menyebabkan PJT.

Selain itu perlu juga dilakukan USG serial, dalam arti dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan di tempat tertentu untuk membandingkan perkembangan janin.

Tekanan darah di daerah janin dan tali pusar juga perlu dilihat. Hal ini untuk melihat apakah tekanan darah di daerah tersebut terlalu besar sehingga suplai ke bayi seperti "ditolak". Dalam arti, suplai makanan yang seharusnya kencang, malah pelan.

Bisa Dicegah

Janin tidak berkembang dan perkembangan janin terganggu dapat dicegah, kok. Berikut caranya.

- Periksa pranikah
Lakukan juga pemeriksaan pra kehamilan (cek infeksi dan ACA). Jika memang ada infeksi atau lainnya, bisa segera diterapi. Terapi sebelum kehamilan adalah paling baik dan ideal, agar kondisi ibu cukup siap lahir dan batin.

- Lakukan terapi
Jika seorang ibu sudah mengalami keguguran dan diketahui menderita infeksi tertentu, coba tunda dulu kehamilan berikutnya dan lakukan terapi. Pencegahan kehamilan bisa dengan kondom atau menghindari masa subur.

- USG serial
Jika terlanjur hamil dan ternyata ada masalah, lakukan terapi. Tidak ada kata terlambat untuk terapi daripada nantinya berakibat jelek pada si bayi. Sebaiknya pemantauannya secara lebih baik terutama dengan USG serial.

- Jangan stres
Tetap berusaha dan jangan putus asa. Rasa putus asa otomatis akan membuat faktor stresor tinggi dan mempengaruhi kesuburan.

Harus Dikuret
Jika janin dinyatakan tak berkembang, harus dilakukan penguretan. "Janin tidak berkembang harus dikeluarkan karena jelas-jelas tidak berkembang. Bagaimana pun seorang ibu mencoba mempertahankan, tidak ada gunanya. Karena oleh tubuh, janin itu sudah dianggap asing atau benda mati, otomatis secara psiologis, reflek tubuh akan mencoba mengeluarkannya.. Sehingga biasanya si ibu akan mengeluarkan flek-flek dan memang harus dikuret," papar Anita.

Jika janin yang tidak berkembang disebabkan infeksi, sesudah dikuret harus diterapi untuk menghilangkan infeksi tersebut agar hal tersebut tidak berkurang. Jika telah dilakukan pemeriksaan berulang dan dinyatakan bersih dari infeksi, baru boleh hamil.

Keadaan si ibu tetap harus dipantau lagi. Begitu hamil, biasanya akan dilakukan pemeriksaan ulang untuk melihat titer dari antibodinya, cenderung ada kenaikan atau tidak. Karena kemungkinan infeksi ini muncul lagi, tetap ada.



Sumber: Nova

Jumat, 15 Mei 2009

FASE KEHAMILAN

From infobunda.com
Mengetahui diri Anda mengandung tentu sangat menggembirakan. Selama 9 bulan ke depan, Anda akan menjalani ‘kehidupan baru’ yang sangat menarik. Apa saja yang terjadi di dalam rahim Anda selama itu? Bagaimana proses pertumbuhan janin Anda dalam tiap fase? Panduan pertumbuhan janin berikut ini akan membantu persiapan Anda menyambut si kecil hadir dalam kehidupan Anda.


Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.


Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan


Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk.


Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.


Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak.


Pada saat ini, ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.

Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai
aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.

Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.

Kepalanya telah berada pada rongga panggul, seolah-olah "mempersiapkan diri" bagi kelahirannya ke dunia. Ia kerap berlatih bernaPas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.

Rabu, 06 Mei 2009

Tanda-Tanda Persalinan

Terdapat 3 cara dalam proses melahirkan, yang pertama yaitu secara normal tanpa bantuan dan ada juga yang memerlukan bantuan seperti induksi, forceps, dan ventouse (vakum). Yang kedua adalah dengan operasi caesar (sectio), dan yang ketiga yaitu hypnobirthing atau biasa disebut melahirkan dalam air. Di bawah ini terdapat 4 tahap dalam proses persalinan dan tiap tahap memiliki sensasi dan tantangan tersendiri. Kami akan memberikan sedikit informasi mengenai bagaimana proses persalinan itu terjadi pada tiap tahapnya. Yang pasti, itu semua sepadan dengan apa yang akan Anda dapatkan nantinya, yaitu seorang bayi yang sehat, mungil dan lucu. Tanda-tanda persalinan:

1. Lendir Bercampur Darah
Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut
rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena
bercampur darah.

Apa yang harus dilakukan:
Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi
tunggulah sampai Anda mendapatkan kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah,
sebelum Anda pergi kerumah sakit. Anda harus menghubungi dokter bila terjadi
pendarahan hebat.

2. Air Ketuban Pecah
Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar (Normal air
ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau).

Apa yang harus dilakukan:
Hubungi dokter Anda dan segeralah ke rumah sakit, walaupun Anda belum merasakan
kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut
wanita untuk dapat menyerap cairan ketuban Anda.

3. Kontraksi
Tidak seperti kontraksi Braxton hick (kontraksi palsu), kontraksi timbul secara teratur dan
rasanya kira-kira seperti ada orang yang menarik ikat pinggang kita dengan sangat
kencang selama 20 detik. Sepanjang proses kelahiran, mula-mula kontraksi hanya sebentar
kemudian akan bertambah lama, kuat dan semakin sakit. Selalu ada jeda di antara setiap
kontraksi, bahkan pada yang paling menyakitkan. Kontraksi terjadi simetris di kedua sisi
perut mulai dari bagian atas dekat dengan saluran telur sampai ke seluruh rahim, dan nyeri
tidak akan hilang atau berkurang hanya dengan istirahat atau elusan.

Apa yang terjadi pada tubuh Anda?
Pada saat organ tubuh bayi Anda matang, ia akan memproduksi hormon yang akan
merangsang otot rahim mengencang sehingga terjadi kontraksi. Gerakan ini akan menarik
leher rahim Anda dan akan memberikan pembukaan jalan bagi janin. Sayangnya, proses
pembukaan ini bisa berlangsung dua hingga 20 jam.

Apa yang terjadi pada bayi Anda?
Pada setiap kontraksi, kepala janin tertekan dan terdorong ke leher rahim. Posisi janin
bergulung ke bawah dan siap untuk lahir. Pada saat yang sama, himpitan kontraksi akan
memicu hormon-hormon dalam tubuhnya. Hormon ini akan mempersiapkan dirinya untuk
lahir, menurunkan detak jantungnya sehingga ia bisa melalui masa kurang oksigen selama
proses kelahiran. Selain itu paru-parunya juga akan dipersiapkan untuk bernafas ketika ia
sudah lahir nanti.

Apa yang harus dilakukan:
• Ketika kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya.
• Catatlah lamanya waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya
kontraksi berlangsung.
• Alihkan perhatian Anda dengan nonton televisi atau ngemil. Anda juga bisa melakukan
aktivitas ringan seperti mandi atau membuat teh.
• Tarik nafas dalam-dalam sepanjang kontraksi. Relaks saja. Makin Anda tegang, makin
sakit rasanya.
• Mintalah pengurang rasa sakit. Kalau Anda sudah tidak tahan lagi, jangan malu untuk
memintanya. Biasanya dokter dapat memberikan pilihan pereda rasa sakit seperti gas
tawa (Entonox) yang tidak akan menyakiti sang bayi, injeksi petidin dan injeksi secara
epidural (tulang belakang). Mintalah penjelasan dokter mengenai manfaat dan risikonya
baik terhadap ibu maupun sang bayi.
• Persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat sekitar 40 detik antara
kontraksi yang satu dengan lainnya.

4. Transisi
Pada akhir tahap ini, ketika pembukaan sudah cukup, Anda akan melalui masa transisi.
Kontraksi Anda akan masuk ke tahap puncak dan Anda mungkin sudah nyaris menyerah.
Kabar baiknya, masa ini hanya akan berlangsung beberapa menit.

Persalinan untuk yang pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik Anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi Anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit Anda dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah dipersiapkan.


from : infobunda.com

Menjelang Persalinan (1)


Walaupun tanda-tanda persalinan sudah terlihat, jangan panik!

Keluarnya cairan lendir merupakan tanda awal persalinan. Selaput indung telur mengalami gesekan sehingga berdarah. Warna dan jumlah cairan yang keluar pada setiap orang berbeda. Bentuknya seperti lendir yang bercampur dengan darah. Menjelang persalinan, rahim berkontraksi dan saat mulut rahim mulai akan membuka, selaput indung telur yang membungkus bayi tergesek dinding rahim, sebagiannya akan terkelupas dan mengeluarkan darah, lalu bercampur dengan lendir. Pada umumnya setelah keluar cairan lendir, beberapa hari kemudian akan timbul kontraksi. Bila darah keluar cukup banyak dan anda merasa sakit, hal itu bukanlah lendir cairan ini namun mungkin ada masalah.

Wujud cairan lendir bermacam-macam namun yang utama adalah perasaan “lembab/basah”. Cairan ini lembab seperti lendir, dan darah akan berhenti dalam 1-2 hari dan tidak ada rasa sakit. Umumnya darah yang keluar tidak sebanyak saat menstruasi.

Macam-macam Cairan Lendir:

  • Lendir bercampur darah sehingga berwarna pink.
  • Keluar darah seperti menstruasi.
  • Keluar darah seperti menstruasi hingga lendir yang berwarna pink.
  • Keluar darah berbentuk seperti selai.
  • Keluar darah berwarna agak kecoklatan.
  • Keluar darah beberapa kali.

Waktu sejak keluarnya cairan lendir hingga kontraksi berbeda pada tiap orang, umumnya dari sehari hingga seminggu. Namun tidak selalu diikuti kontraksi, ada juga yang mengalami pecah ketuban baru setelahnya timbul kontraksi.

Berhati-hatilah terhadap pendarahan berikut ini:

  • Bila darah yang keluar lebih banyak daripada menstruasi, kemungkinan ada kelainan.
  • Bila tidak berhenti lebih dari 1-2 hari, ada kemungkinan bahaya.
  • Sakit perut yang berkepanjangan atau sakit perut yang mendadak perlu diwaspadai.
  • Pendarahan yang terus mengalir keluar dan darah yang keluar segar harus diwaspadai.

Menjelang Persalinan (2)


Pecahnya ketuban

Ada 2 macam pecah ketuban (lihat gambar):

  • Pecah ketuban posisi atas
  • Pecah ketuban total

Berbeda dengan cairan lendir, pecah ketuban merupakan proses yang pasti akan dilalui setiap wanita yang melahirkan. Pecah ketuban merupakan hal yang umum terjadi proses melahirkan, namun ada juga kasus “Pecah ketuban dini” dan diikuti proses melahirkan. Yang dimaksud dengan pecah ketuban adalah robeknya selaput indung telur yang membungkus bayi. Jumlah air yang keluar tergantung dari posisi/letak robeknya selaput indung telur. Pada “Pecah ketuban total”, selaput yang robek adalah yang berada dekat mulut rahim, dan air ketuban yang keluar banyak. Pada “Pecah ketuban posisi atas”, selaput yang robek adalah yang jauh dari mulut rahim, dan hanya menyebabkan basahnya celana dalam, dan sulit membedakan apakah ini air seni yang bocor atau air ketuban. “Pecah ketuban dini” dikhawatirkan menyebabkan infeksi. Pakailah pembalut yang bersih, kemudian segera ke rumah sakit.

Bila air ketuban berwarna hijau, segera ke rumah sakit !

Warna air ketuban umumnya tidak berwarna/transparan/bening hingga pink tawar. Bila warnanya seperti ini maka tidak ada masalah pada bayi. Namun bila berwarna kehijauan, maka itu tanda bahwa bayi mengalami tekanan/stres sehingga mengeluarkan tinja dalam air ketuban, atau tanda terinfeksi kuman. Keduanya merupakan kondisi yang bahaya, segeralah ke rumah sakit.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat terjadi pecah ketuban

Yang harus segera dilakukan:

  • Pakai pembalut tipe keluar banyak atau handuk yang bersih.
  • Tenangkan diri sambil menelpon ke rumah sakit atau rumah sakit bersalin. Jangan bergerak terlalu banyak pada saat ini. Ambil nafas dan tenangkan diri, lalu telponlah rumah sakit atau rumah sakit bersalin.

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Tidak boleh berendam dalam bath tub, karena bayi ada resiko terinfeksi kuman.
  • Jangan bergerak mondar-mandir atau berlari ke sana kemari, karena air ketuban akan terus keluar. Berbaringlah dengan pinggang diganjal supaya lebih tinggi.

Cara membedakan air ketuban dengan air seni

1. Warna

Air ketuban umumnya tidak berwarna/transparan, bila bercampur dengan lendir akan menjadi pink tipis. Air seni umumnya berwarna agak kekuningan.

2. Bau

Air seni berbau amoniak, tapi air ketuban berbau seperti cairan sperma.

3. Bisa tidaknya dihentikan.

Bila anda menahan daerah sekitar anus dan berhenti, maka itu adalah air seni. Bila tidak berhenti maka merupakan air ketuban. Bila keluar saat anda bergerak itu pun adalah air ketuban.



from: ibudanbayi.grc.id

Menjelang Persalinan (3)


Dimulainya kontraksi

Awal-awal perut akan terasa mengembang dan sakit. Kontraksi adalah rasa sakit yang diakibat oleh rahim yang berkontraksi (menekan). Bila bayi telah bersiap untuk lahir, rahim akan berkontraksi secara periodik dan berulang-ulang untuk mendorong keluar sang bayi. Awalnya perut serasa menggembung dan ada rasa sakit seperti menstruasi yang ringan dan periodenya tidak menentu. Ini disebut “Kontraksi premonitori”, yang merupakan gejala awal kontraksi yang sesungguhnya. Setelah itu perlahan-lahan akan muncul rasa sakit yang sangat jelas dan menekan, interval antara rasa sakit yang satu dan berikutnya menjadi teratur 30 menit sekali, kemudian 20 menit sekali dan semakin lama semakin pendek. Bila kontraksi terjadi secara teratur, proses kelahiran akan segera dimulai. Biasanya secara bersamaan mulut rahim akan membuka menjadi lunak dan sedikit demi sedikit mulai membuka. Walaupun pada kontraksi premonitori anda mungkin tidak menyadarinya, namun pada kontraksi yang sesungguhnya, siapapun akan sadar dan merasakannya.

Rasa sakit yang ada saat kontraksi

è è

  • Perut terasa sakit

Perut bawah terasa sakit seperti sakit menstruasi, sakit -> hilang -> sakit -> hilang terus berulang-ulang. Merupakan rasa sakit akibat kontraksi rahim. Rasa sakit perlahan-lahan bertambah kuat.

  • Pinggang dan pangkal paha terasa sakit

Tertekannya tulang pinggul mempengaruhi tubuh daerah bawah. Bayi mulai semakin turun dan menekan daerah tulang pinggul dan saraf sehingga pinggang dan pangkal paha akan terasa sakit.

  • Vagina terasa sakit

Bayi telah turun, dan sebentar lagi kepala bayi mulai terlihat. Rasa sakit di sekitar vagina luar dan ada rasa seperti mau buang air besar (BAB) yang keras dan berukuran besar.

BIla kontraksi telah teratur, proses persalinan akan dimulai. Bila frekuensinya masih 20-30 menit, tidak perlu tergesa-gesa. Telepon ke rumah sakit kemudian jelaskan kondisinya. Tenangkan diri dan anda bisa mengambil waktu sebentar untuk mandi/shower, makan dan periksa barang2 yang akan dibawa ke rumah sakit. Biasanya beberapa jam pertama frekuensi kontraksi panjang dan maju perlahan, namun berbeda pada setiap orang. Terkadang bisa juga tiba-tiba frekuensinya menjadi 10 menit atau 5 menit sekali, karena itu perhatikan. Umumnya pada kehamilan pertama bila frekuensinya telah 10 menit, segera ke rumah sakit, untuk kehamilan berikutnya biasanya proses berjalan lebih cepat, sehingga bila frekuensinya telah 15 menit, segera ke rumah sakit. Hitunglah waktu (dengan melihat jam) untuk melihat frekuensi kontraksi.

Kapan waktu ke rumah sakit?

Bila anda menghitung frekuensi kontraksi dan terjadi 6 kali dalam 1 jam (10 menit sekali) dan sekali kontraksi berlangsung kira-kira 30 detik, berarti kontraksi yang sesungguhnya telah dimulai. Inilah timing untuk pergi ke rumah sakit.

from : ibudanbayi.grc.jp

Proses Persalinan

Bila mulut rahim akan membuka total, dokter atau bidan akan menyuruh anda pindah ke ruang persalinan. Bila interval kontraksi menjadi 2 menit sekali, mulut rahim membuka 9-10 cm (total), inilah klimaks persalinan. Dari 9 cm ke 10 cm mulut rahim akan membuka perlahan. Bayi bergerak turun dengan cepat dan rasa mengejan semakin kuat. Ikuti petunjuk dokter atau bidan untuk mengejan. Bayi akan keluar sambil memutar tubuhnya sesuai dengan saluran rahim. Air ketuban yang keluar juga akan membantu bayi keluar dengan lancar.

Kondisi bayi saat keluar dari rahim

è è è

Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4

Gambar 1: Mula-mula bayi menghadap ke samping, dagu dan tangan masih ditarik ke dalam, dan bayi masuk ke tulang pinggul ibu.

Gambar 2: Dengan menyesuaikan dengan bentuk tulang pinggul ibum bayi memutar tubuhnya menghadap ke arah punggung ibu.

Gambar 3: Bayi akan segera keluar dari vagina ibu, dan dengan menyesuaikan diri dengan sudut saluran lahir, bayi akan mengangkat dagunya dan mendorong tubuhnya.

Gambar 4: Sembari kepala bayi keluar, bayi akan memutar tubuhnya ke samping dan satu per satu bahunya keluar dan setelah ini seluruh tubuhnya terdorong keluar.

Bila kepala bayi telah terlihat, ibu akan diminta untuk berhenti mengejan. Bayi akan memutar tubuhnya dan mengeluarkan kedua bahunya dan dengan alami seluruh tubuhnya akan terdorong keluar, maka ikuti petunjuk dokter atau bidan. Tali pusar atau ari-ari bayi akan digunting. Sesaat setelah bayi kelua akan ada kontraksi susulan, dan pada kontraksi ini, dinding rahim dll yang tidak berguna akan keluar dari rahim. Kontraksi susulan ini tidak sesakit kontraksi persalinan. Akan selesai dalam waktu kira-kira 5-20 menit.

Setelah Persalinan

Tindakan terhadap Ibu

Tindakan terhadap Bayi

Dinding rahim ibu dll akan keluar dari rahim dalam jumlah banyak. Akan dilakukan pemeriksaan apakah tidak adalagi yang tersisa di dalam. Air ketuban dalam saluran pernapasan bayi akan dihisap keluar.
Penjahitan kembali bagian vagina ibu yang digunting saat bayi akan keluar, dilakukan dengan bius lokal. Dilakukan pemeriksaan kondisi luka bagian tersebut dan saluran lahir dan dilakukan sterilisasi untuk mencegah infeksi. Bayi akan dibersihkan/dilap.
Setelah diukur denyut nadi dan tekanan darah ibu, untuk mencegah pendarahan dalam jumlah besar, ibu beristirahat 2 jam di ruang persalinan selama 2 jam. Setelah tidak ada masalah baru dipindahkan ke kamar. Diukur panjang tubuh, berat, denyut jantung, warna kulit dll.

from : ibudanbayi.grc.jp